Mimika – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Mimika menggelar dialog publik bertajuk “Kolaborasi Pemuda: Inovasi Pemuda untuk Mimika” pada Minggu, 22 Februari 2026. Acara ini menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang berbeda yang menyoroti peran pemuda sebagai motor penggerak pembangunan daerah.
Plt. Kepala Badan Riset dan Inovasi Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo, S.STP., M.Si, menekankan pentingnya riset berbasis data untuk mendukung kebijakan pembangunan.
“Inovasi tidak bisa dilepaskan dari riset. Pemuda harus berani mengajukan gagasan yang terukur dan akademis,” ujarnya.
Sementara itu, Pernus Tarasen, tokoh pemuda inovatif sekaligus anggota Tim Mimika Center, menyoroti pengalaman lapangan. Ia menilai pemuda Mimika memiliki potensi besar dalam menciptakan solusi kreatif untuk masalah lokal.
“Kita perlu membuktikan bahwa ide-ide anak muda bisa langsung diterapkan,” katanya.
Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika, Alfasiah, S.STP., M.Si, menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci.
“Inovasi pemuda harus berjalan seiring dengan stabilitas sosial dan politik. Pemerintah siap mendukung ruang partisipasi yang lebih luas,” tuturnya.
Ketua Bidang Percepatan Pembangunan Daerah HMI Mimika, Via Aryani, menegaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari respon organisasi terhadap perkembangan teknologi dan bonus demografi di Kabupaten Mimika.
“Dialog ini adalah upaya untuk merangsang lahirnya ide-ide baru sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor, dari pemuda hingga pemerintah,” kata Via.
Dialog publik ini dihadiri mahasiswa, komunitas, dan perwakilan masyarakat. Diskusi berlangsung dinamis, menegaskan bahwa pemuda Mimika tidak hanya menjadi penonton, melainkan aktor utama dalam pembangunan


